Print

surferWalau mungkin tidak secara langsung, pastinya kita pernah melihat sebuah lubang air atau pusaran air yang menghisap air. Atau kita melihat lubang pembuang wastafel saat kita selesai memakainya dan membuang air di dalamnya.

Jadi, apa hubungannya semua ini dengan judul artikel? Yah, sebenarnya tidak ada, kecuali bahwa cara kerja tempat sampah terapung atau yang dinamakan seabin alat pengumpul sampah laut yang didasarkan pada prinsip yang sama ketika air bertemu lubang.

Ketika sebuah lubang berada di dalam air, air masuk ke dalam lubang dan dengan demikian membawa puing-puing apa pun yang mungkin mengambang di atas air. Tetapi, kadang-kadang air yang tenang saja tidak cukup untuk 'menarik' sampah ke arah Seabin dan oleh karena itu, pengumpul sampah yang brilian ini memiliki pompa selam 12V, yang dapat didukung oleh berbagai sumber, untuk membantu menarik air ke dalamnya. Ketika sampah laut masuk ke dalamnya, mereka dikumpulkan di dalam tas penangkap sementara air kembali ke laut.

Namun, ide di balik Seabin tidak semata-mata dirancang untuk mengambil sampah dari laut. Ini adalah bagian dari rencana yang lebih besar untuk mendidik orang tentang lautan dan lingkungan. Karena itu, STOP! jangan pernah membuang sampah sembarangan. Sampah yang kalian buang akan berakhir di lautan dan mencemari lingkungan serta ekosistem laut. Ini adalah permasalahan yang serius.

Selalu menyimpan sampah yang ada di dalam tas atau kantong sampah hingga menemukan tempat sampah atau wadah yang tepat. Bagaimanapun, Seabin adalah proyek crowdfund yang sukses dari beberapa tahun yang lalu dan sekarang sedang diujicobakan di beberapa pelabuhan di seluruh Eropa dan jika semua berjalan sesuai rencana, pada akhirnya akan menjadi produk komersial yang diproyeksikan akan menelan biaya sekitar £ 2.500 (sekitar Rp 43.944.438).