Aksi Hari Kedua WCD 2026: UPTD Persampahan Wilayah Timur Angkut 1,3 Ton Sampah di Rute Wirosari–Kradenan
WIROSARI — Konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan kembali ditunjukkan oleh UPTD Persampahan Kelas A Wilayah Timur Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan. Mengoperasikan aksi hari kedua dalam rangka World Cleanup Day (WCD) 2026, tim kebersihan bergerak menyisir rute Wirosari hingga Kradenan Crewek pada Senin (21/9/2026) mulai pukul 07.30 WIB.
Kegiatan penyisiran kali ini menyasar tiga titik krusial, yakni kawasan Desa Kropak, kompleks objek wisata Bledug Kuwu, serta area pemukiman dan fasilitas umum di Desa Crewek. Sebanyak 14 petugas kebersihan dikerahkan dengan dukungan satu armada truk sampah untuk mengumpulkan material limbah yang berserakan di sepanjang jalur tersebut.
Di bawah komando Kepala UPTD Persampahan Kelas A Wilayah Timur, Eko Priharyono, S.E., kerja keras tim di lapangan membuahkan hasil nyata dengan terkumpulnya sekitar 1,3 ton sampah. Aksi ini menjadi bagian integral dari kampanye nasional yang diamanatkan melalui Surat Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI Nomor P.2109/A/PLB.2.1/09/2026 per hal imbauan aksi bersih serentak.
Berpatok pada tema "Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah", giat lapangan difokuskan pada pembersihan bahu jalan, pengerukan saluran air/drainase yang tersumbat, penyapuan sampah liar, hingga perapian area publik. Gerakan ini juga mendapat respons positif dengan hadirnya keterlibatan warga dan pemuda setempat di beberapa titik lokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Eko Priharyono, S.E. mengingatkan pentingnya perubahan pola pikir masyarakat terhadap limbah rumah tangga. Menurutnya, tindakan pengangkutan yang dilakukan petugas hanyalah solusi hilir, sementara kunci utamanya berada pada upaya pencegahan dan edukasi di tingkat hulu. Pihaknya menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan elemen masyarakat menjadi syarat mutlak untuk memutus rantai permasalahan sampah secara permanen.
Melalui giat maraton dua hari ini, DLH Kabupaten Grobogan optimistis kawasan Wirosari hingga Kradenan tidak hanya bebas dari tumpukan sampah, tetapi juga mampu menginspirasi warga sekitar untuk lebih aktif melakukan pemilahan sampah mandiri dari ruma