Bedah Dokumen Itu Harus, Agar Usul Calon Sekolah Adiwiyata Berjalan Mulus




Grobogan – Dalam rangka mempersiapkan usulan Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri, Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan pendampingan dan bedah dokumen di SMP Negeri 1 Penawangan, Selasa (14/7/2026). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata yang mendorong proses pembinaan sekolah secara lebih efektif melalui sistem digital.

Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Grobogan yang berjumlah empat orang dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, S. Gunawan Widiyanto, SKM., M.Kes., didampingi Penyuluh Lingkungan Hidup serta staf yang membidangi Program Adiwiyata. Kedatangan tim disambut hangat oleh Kepala SMP Negeri 1 Penawangan, Nurmachfuds Zayni, S.Pd., beserta Tim Adiwiyata sekolah yang menunjukkan antusiasme tinggi dalam mempersiapkan usulan menuju Adiwiyata Mandiri.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, kemudian dilanjutkan sambutan Kepala SMP Negeri 1 Penawangan. Setelah pembukaan, kegiatan berlanjut dengan sesi bedah dokumen melalui diskusi antara Tim Pembina Kabupaten dan Tim Adiwiyata sekolah.

Pada sesi tersebut dilakukan pengecekan terhadap 24 indikator Program Adiwiyata yang telah diinput melalui Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA). Untuk mempercepat proses evaluasi sekaligus meningkatkan pemahaman sekolah, ke-24 indikator dibagi kepada masing-masing anggota tim dengan tanggung jawab memeriksa enam indikator. Melalui metode tersebut, setiap indikator dapat dibahas secara lebih mendalam sehingga berbagai kekurangan maupun peluang penyempurnaan dapat segera diidentifikasi.

Selain memeriksa kelengkapan administrasi, Tim Pembina juga memberikan berbagai masukan terhadap data dukung yang telah diunggah sekolah. Beberapa indikator dinilai masih dapat diperkuat melalui penambahan dokumentasi kegiatan, penyempurnaan narasi, serta penguatan bukti implementasi Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS) agar sesuai dengan ketentuan penilaian nasional.

SMP Negeri 1 Penawangan yang sebelumnya telah berhasil meraih Penghargaan Adiwiyata Nasional kini memantapkan langkah untuk menuju Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri. Pendampingan ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh indikator dan bukti dukung telah memenuhi standar yang dipersyaratkan sebelum dilakukan pengusulan.

Penerapan Permen LH/BPLH Nomor 5 Tahun 2025 memberikan berbagai kemudahan dibandingkan regulasi sebelumnya. Seluruh proses pengajuan kini dilakukan secara paperless melalui aplikasi SIDIA, mulai dari pengisian indikator, unggah data dukung hingga proses penilaian. Selain itu, indikator penilaian juga disederhanakan dari 29 indikator menjadi 24 indikator, sehingga sekolah dapat lebih fokus pada implementasi nyata budaya peduli lingkungan daripada sekadar memenuhi administrasi.

Melalui kegiatan pendampingan seperti ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan berharap semakin banyak sekolah yang mampu memenuhi persyaratan sebagai Calon Sekolah Adiwiyata Nasional maupun Adiwiyata Mandiri. Pendampingan intensif juga menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendukung terbentuknya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan secara berkelanjutan sesuai amanat Program Adiwiyata.


Dapatkan Data yang Anda Cari