Angin Puting Beliung Robohkan Tugu Batas Kota Purwodadi, Sejumlah Rumah Warga Terdampak
Grobogan, Jumat (20/3/2026) – Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin puting beliung melanda wilayah perbatasan Purwodadi–Toroh pada Jumat sore sekitar pukul 16.43 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan robohnya Tugu Batas Kota Purwodadi serta menimbulkan gangguan pada arus lalu lintas di jalur utama.
Tugu yang menjadi penanda batas antara Kecamatan Purwodadi dan Kecamatan Toroh tersebut ambruk dalam waktu singkat akibat terpaan angin kencang. Peristiwa ini sempat menjadi perhatian masyarakat setelah rekaman video kejadian beredar di media sosial.
Selain merobohkan tugu, angin puting beliung juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah rumah warga di sekitar lokasi kejadian. Beberapa atap rumah dilaporkan beterbangan akibat kuatnya hembusan angin, sehingga menimbulkan kerusakan pada bangunan tempat tinggal.
Dampak signifikan juga terjadi pada kelancaran lalu lintas. Material tugu yang menutup badan jalan menyebabkan kemacetan di jalur Purwodadi–Solo. Menindaklanjuti kondisi tersebut, petugas Satuan Lalu Lintas Polres Grobogan segera melakukan pengamanan serta rekayasa arus lalu lintas.
Kendaraan dari arah utara dialihkan melalui jalan alternatif di kawasan perkampungan sekitar gedung bioskop menuju Desa Krangganharjo. Sementara itu, arus kendaraan dari arah selatan dialihkan melalui Dusun Sukorejo menuju wilayah Danyang.
KBO Satlantas Polres Grobogan, Iptu Agus Salim, menyampaikan bahwa proses evakuasi dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan.
“Evakuasi diawali dengan koordinasi bersama PLN UP3 Grobogan untuk mematikan arus listrik. Selanjutnya, material besi baja pada tugu dipotong menggunakan alat pemotong agar dapat segera dipindahkan dari badan jalan,” ujarnya.
Penanganan di lokasi juga melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Grobogan yang melakukan pemotongan material besi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil guna mempermudah proses evakuasi. Proses tersebut dilaksanakan secara terpadu bersama unsur kepolisian dan PLN dengan mengerahkan satu unit truk derek untuk pengangkutan material.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, tugu batas kota tersebut merupakan hasil pembangunan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Grobogan.
Hingga proses evakuasi selesai, arus lalu lintas berangsur kembali normal. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap dampak lanjutan serta memastikan penanganan berjalan optimal.