Dari Gagal Hingga Dapat Penghargaan Nasional, SMP Negeri 3 Purwodadi Kini Incar Adiwiyata Mandiri
GROBOGAN – SMP Negeri 3 Purwodadi semakin menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Hal itu terlihat dalam kegiatan Sosialisasi Sekolah Binaan Adiwiyata Mandiri dan Pengukuhan Kader Adiwiyata Tahun 2026 yang digelar di Ruang Multimedia SMP Negeri 3 Purwodadi, Rabu (20/05/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SMP Negeri 3 Purwodadi Drs. Ngatman, M.Pd., Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Grobogan S. Gunawan Widiyanto, SKM., M.Kes., Tim Pembina Adiwiyata Kabupaten Slamet Sugiyono, S.Pd., M.Pd., kepala sekolah binaan Adiwiyata, para guru, hingga para kader Adiwiyata SMP Negeri 3 Purwodadi.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Dalam kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan kerja sama (MoU) dengan sejumlah sekolah binaan Adiwiyata, yakni SMP Negeri 3 Godong, SMP Kristen 1 Purwodadi, dan SMP Al Firdaus Purwodadi.
Tak hanya itu, prosesi penyematan selempang kepada para siswa turut menjadi simbol pengukuhan kader Adiwiyata Tahun 2026. Para siswa diharapkan menjadi motor penggerak budaya peduli lingkungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
Perjalanan SMP Negeri 3 Purwodadi menuju Sekolah Adiwiyata Mandiri pun tidak instan. Sekolah ini mulai ditetapkan sebagai calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Grobogan sejak tahun 2019. Dalam perjalanannya, sekolah sempat mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan kepala sekolah dan bahkan gagal tiga kali di tingkat Provinsi.
Namun semangat untuk terus berbenah tidak pernah padam. Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan Adiwiyata Provinsi pada tahun 2024 dan Adiwiyata Nasional pada tahun 2025. Capaian itu menjadi langkah penting untuk melaju menuju Calon Sekolah Adiwiyata Mandiri.
Kepala SMP Negeri 3 Purwodadi menyampaikan bahwa komitmen sekolah terus diperkuat untuk menciptakan ruang belajar yang bersih, hijau, sehat, dan nyaman melalui berbagai program lingkungan hidup.
Sementara itu, dalam amanatnya, Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup menekankan pentingnya penguatan kader Adiwiyata, kemitraan antarsekolah, serta pemenuhan 24 indikator bukti dukung dalam penilaian Adiwiyata.
“Pentingnya penguatan kader melalui pembiasaan perilaku peduli lingkungan di sekolah, membangun kemitraan antar sekolah, bank sampah maupun sektor swasta, serta pentingnya pemenuhan bukti dukung agar memudahkan proses verifikasi. Sekarang sistem pengajuan Sekolah Adiwiyata juga sudah lebih mudah dengan adanya Permen LH/BPLH Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Program Adiwiyata,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 3 Purwodadi diharapkan semakin mantap melangkah menjadi Sekolah Adiwiyata Mandiri sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam membangun budaya peduli lingkungan sejak din