Dibagi Dua Tim, Penilaian CSAK Kabupaten Grobogan Tahun 2026 Digelar Hingga Kamis




GROBOGAN — Tahapan penilaian Calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten (CSAK) Grobogan Tahun 2026 resmi memasuki babak baru. Sebanyak 29 sekolah calon penerima predikat Adiwiyata Kabupaten menjalani proses visitasi dan verifikasi lapangan yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (21–24/9/2026).

Guna mengoptimalkan proses verifikasi, Tim Penilai Adiwiyata yang terdiri dari unsur lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan jurnalis dibagi menjadi dua tim independen.

Pada hari pertama pelaksanaan, Senin (21/9/2026), Tim 1 yang dipimpin oleh S. Gunawan Widiyanto, SKM., M.Kes., menyisir empat titik lokasi peninjauan, yakni SD Negeri 2 Jetaksari, SMP Negeri 1 Kradenan, SD Negeri 1 Kalisari, dan SD Negeri 2 Tahunan. Sementara itu, Tim 2 yang diketuai oleh Sigit Harnoto, S.E., bergerak melakukan verifikasi ke SD Negeri 1 Tlogorejo, SD Negeri 2 Brabo, dan SD Negeri 2 Deras.

Ketua Tim 1 Penilai Adiwiyata, S. Gunawan Widiyanto, SKM., M.Kes., menjelaskan bahwa meskipun seluruh pemenuhan indikator dan dokumen administratif telah diunggah oleh pihak sekolah melalui aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA), visitasi fisik tetap menjadi krusial untuk memastikan kesesuaian data dengan kondisi riil di lapangan.

"Dalam kegiatannya, visitasi ini tidak sekadar melakukan verifikasi penilaian, melainkan juga berfungsi sebagai ruang pembinaan langsung bagi sekolah-sekolah calon Adiwiyata Kabupaten," ujar Gunawan.

Dari hasil peninjauan awal, tim mendapati beragam dinamika dan tantangan yang dihadapi pihak sekolah di lapangan. Kendala tersebut bervariasi, mulai dari keterbatasan ketersediaan air bersih, pembenahan sistem pengelolaan sampah mandiri, hingga pengembangan jejaring dan kemitraan sekolah.

Melalui keikutsertaan dalam program Adiwiyata ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan berharap dapat mendorong transformasi perilaku di lingkungan pendidikan. Program ini ditargetkan mampu menumbuhkan kebiasaan positif pengelolaan sampah, mengedukasi seluruh warga sekolah, hingga akhirnya membentuk budaya peduli dan berbudaya lingkungan hidup di sekolah secara berkelanjutan


Dapatkan Data yang Anda Cari