DLH Grobogan Edukasi Pengelolaan Sampah dan Pencegahan DBD dalam Kegiatan KKN Universitas An-Nur
Grobogan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan menjadi narasumber dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas An-Nur Purwodadi yang digelar di Posko KKN Desa Tinanding, Kecamatan Gubug, Kamis (22/01/2026).
Kegiatan penyuluhan ini mengangkat tema “Mewujudkan Desa Bersih Bebas Jentik Melalui Pengelolaan Sampah dan Pemanfaatan Serai untuk Cegah DBD”, sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan.
Hadir memenuhi undangan tersebut, Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Grobogan, S. Gunawan Widiyanto, SKM, M.Kes, yang menyampaikan materi tentang pengelolaan sampah organik dan anorganik.
Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai secara alami seperti sisa makanan, daun, dan limbah dapur, yang dapat diolah kembali menjadi kompos atau pupuk organik. Sementara itu, sampah anorganik seperti plastik, kertas, logam, dan kaca dapat dikelola melalui konsep daur ulang dan bank sampah karena memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Lebih lanjut disampaikan bahwa kunci utama pengelolaan sampah adalah pemilahan sejak dari sumbernya. Dengan pemilahan, sampah yang masih dapat dimanfaatkan dan memiliki nilai ekonomi dapat diproses kembali, sedangkan hanya sampah residu yang benar-benar tidak bernilai yang dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Hal ini tidak hanya mengurangi timbunan sampah di TPA, tetapi juga mendukung ekonomi sirkular di tingkat masyarakat.
Pemilahan sampah dari sumbernya juga merupakan kewajiban yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, khususnya Pasal 12, yang menyatakan bahwa setiap orang dalam pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga wajib melakukan pengurangan dan penanganan sampah, termasuk melalui pemilahan.
Dalam kesempatan tersebut, narasumber juga mengingatkan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber berbagai penyakit, salah satunya sebagai tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya. Hal ini relevan dengan kejadian kasus DBD yang baru-baru ini terjadi di wilayah Sugihmanik, yang dipicu oleh kondisi lingkungan yang kurang bersih dan banyaknya genangan air.
Sebagai bagian dari edukasi praktis, kegiatan dilanjutkan dengan praktek pembuatan anti nyamuk alami berbahan dasar serai, yang dipandu oleh mahasiswa KKN Universitas An-Nur Purwodadi. Praktek ini menunjukkan bahwa bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan untuk pencegahan penyakit.
Peserta kegiatan ini berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perangkat desa, anggota BPD, anak-anak usia sekolah, hingga ibu-ibu PKK. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi dan praktek yang berlangsung interaktif.
Sebagai penutup, DLH Kabupaten Grobogan mengajak seluruh masyarakat untuk mengurangi sampah sejak dari rumah, melakukan pemilahan secara konsisten, dan menjaga kebersihan lingkungan. “Lingkungan yang bersih bukan hanya membuat desa terlihat rapi, tetapi juga menjadi benteng utama dalam mencegah berbagai penyakit. Mengurangi sampah hari ini adalah investasi kesehatan untuk masa depan,” demikian pesan penutup yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.