DLH Grobogan Sosialisasikan Pengendalian Gas Rumah Kaca, Dorong Desa Sumberagung Menjadi Kampung Iklim




Grobogan – Selasa (28/7/2026), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan melalui UPTD Persampahan Kelas A Wilayah Timur menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi mengenai efek Gas Rumah Kaca (GRK) dan pengelolaan sampah di Desa Sumberagung, Kecamatan Ngaringan, Kabupaten Grobogan.

Mengusung tema "Menuju Desa Tangguh Iklim melalui Program Kampung Iklim (ProKlim)", kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai dampak perubahan iklim sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di tingkat desa.

Dalam kesempatan tersebut, Kasubag Tata Usaha UPTD DLH Wilayah Timur, Azis Murtawan, S.M., menyampaikan materi mengenai potensi Desa Sumberagung sebagai Kampung Iklim. Ia menjelaskan bahwa desa memiliki modal lingkungan yang sangat besar untuk mendukung upaya pencegahan dan penurunan emisi Gas Rumah Kaca melalui pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

"Desa Sumberagung memiliki berbagai potensi yang sangat mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim, mulai dari kawasan pertanian dan perkebunan, ruang terbuka hijau, hingga keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Azis.

Dalam paparannya, Azis juga memperkenalkan Program Kampung Iklim (ProKlim) sebagai program nasional Kementerian Lingkungan Hidup yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui aksi adaptasi dan mitigasi yang dilaksanakan secara berkelanjutan.

Salah satu potensi unggulan Desa Sumberagung yang mendapat perhatian adalah keberadaan kawasan perkebunan kelengkeng yang telah dikenal sebagai salah satu sentra buah kelengkeng di Kabupaten Grobogan. Selain memiliki nilai ekonomi yang tinggi, keberadaan ribuan pohon kelengkeng juga memberikan manfaat ekologis sebagai penyerap karbon dioksida (CO₂), penghasil oksigen, serta berkontribusi dalam menjaga kualitas udara dan menurunkan suhu lingkungan.

Selain sektor perkebunan, Desa Sumberagung juga memiliki potensi lain berupa lahan pertanian, peternakan, kawasan wisata alam seperti Sendang Wangi dan Jowo Dhuwur View, serta budaya gotong royong masyarakat yang menjadi modal sosial penting dalam implementasi ProKlim.

Pada kesempatan tersebut disampaikan pula berbagai aksi mitigasi perubahan iklim yang dapat dikembangkan oleh masyarakat, di antaranya penanaman pohon, pengelolaan sampah melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), pembuatan kompos, penghematan energi dan air, pemanfaatan limbah organik, hingga pengembangan ruang terbuka hijau berbasis masyarakat. Sementara itu, upaya adaptasi perubahan iklim dapat dilakukan melalui konservasi sumber air, pembuatan sumur resapan, pemanenan air hujan, penghijauan pekarangan, serta pengelolaan pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan cuaca.

Melalui kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat Desa Sumberagung semakin memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim. Dengan dukungan pemerintah desa, kelompok masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan, Desa Sumberagung dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi Desa Kampung Iklim (ProKlim) yang mampu mengintegrasikan pelestarian lingkungan, pengurangan emisi Gas Rumah Kaca, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan antusiasme peserta yang mengikuti penyampaian materi dan diskusi mengenai berbagai langkah nyata yang dapat diterapkan di lingkungan desa dalam mendukung pembangunan rendah karbon dan mewujudkan desa yang tangguh terhadap perubahan iklim.


Dapatkan Data yang Anda Cari