DLH Kabupaten Grobogan Lakukan Pembinaan Awal Calon Sekolah Adiwiyata Tahun 2026




Grobogan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan pembinaan awal bagi calon Sekolah Adiwiyata Kabupaten Tahun 2026 pada Rabu, 1 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 31 sekolah dari jenjang SD dan SMP/sederajat, bertempat di Aula Dong Dayakan DLH Kabupaten Grobogan.

Kegiatan pembinaan ini merupakan langkah awal dalam mendukung implementasi program Adiwiyata yang bertujuan membentuk sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Program ini mengacu pada regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 5 Tahun 2025 tentang Program Adiwiyata, yang menekankan penguatan perilaku ramah lingkungan melalui tata kelola sekolah, pembelajaran, serta partisipasi aktif seluruh warga sekolah. Dalam regulasi tersebut juga dilakukan penyederhanaan indikator penilaian guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan program di lapangan.

Seiring dengan kebijakan tersebut, proses pengajuan Sekolah Adiwiyata kini dipermudah melalui penggunaan aplikasi Sistem Informasi Adiwiyata (SIDIA). Selain itu, indikator penilaian yang sebelumnya berjumlah 29 indikator telah disederhanakan menjadi 24 indikator, sehingga diharapkan dapat mempermudah sekolah dalam memenuhi kriteria penilaian tanpa mengurangi kualitas implementasi program.

Kepala Bidang Penaatan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Grobogan, S. Gunawan Widiyanto, SKM., M.Kes, selaku pimpinan rapat dan narasumber utama, menyampaikan penjelasan terkait petunjuk teknis pelaksanaan Adiwiyata Tahun 2026. Dalam paparannya, beliau menekankan pentingnya komitmen sekolah dalam mengintegrasikan prinsip perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ke dalam kegiatan pembelajaran, pengelolaan sarana prasarana ramah lingkungan, serta pembiasaan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Selain itu, keberhasilan program Adiwiyata juga sangat ditentukan oleh peran aktif seluruh warga sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, siswa, hingga komite sekolah.

Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan seluruh sekolah peserta dapat memahami secara komprehensif mekanisme dan kriteria penilaian Adiwiyata, serta mampu mengimplementasikan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah secara berkelanjutan. DLH Kabupaten Grobogan juga berharap program ini dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan asri, sekaligus membentuk generasi yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan hidup.


Dapatkan Data yang Anda Cari