Gaspol Resik-Resik Desa lan Kutho! UPTD DLH Wilayah Timur Angkut 1,5 Ton Sampah
Grobogan – Semangat gotong royong kembali menggema dalam kegiatan kurvey atau kerja bakti massal yang digelar di wilayah Kecamatan Wirosari, Jumat (13/2/2026). Aksi bersih-bersih ini menjadi tindak lanjut arahan nasional dalam rangka Gerakan Indonesia Asri sekaligus menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.
Kegiatan resik-resik bersama dipusatkan di depan SDN 1 Tambakselo dan Balai Desa Desa Tambakselo mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai. Sejak pagi, peserta sudah memadati lokasi dengan membawa perlengkapan kebersihan masing-masing.Aksi ini melibatkan unsur Forkopimca, instansi, UPTD, mitra lintas sektoral, pemerintah desa dan kelurahan, hingga personel lapangan. Kegiatan dipimpin langsung oleh Camat Wirosari, Purbo Adi Nugroho, yang mengajak seluruh elemen untuk tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar ambil peran aktif menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Tak mau ketinggalan dalam gerakan bersama tersebut, UPTD DLH Wilayah Timur turun penuh kekuatan. Kepala UPTD, Eko Priharyono, hadir langsung bersama jajaran petugas kebersihan dan armada pengangkut sampah, memastikan hasil kerja bakti dapat tertangani optimal.Hasilnya pun nyata. Dalam satu pagi, tim berhasil mengumpulkan sekitar 1,5 ton sampah dari area jalan, lingkungan sekolah, saluran air, hingga permukiman warga. Sampah yang terangkut didominasi oleh sampah rumah tangga campuran, plastik sekali pakai, serta residu yang menyumbat drainase.
Eko Priharyono menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. “Resik-resik desa lan kutho ini adalah pengingat bahwa kebersihan bukan hanya tugas petugas, tetapi tanggung jawab bersama. Kalau dikerjakan bareng-bareng, hasilnya langsung terasa,” ujarnya di sela kegiatan. Partisipasi aktif lintas sektor ini menjadi bukti komitmen bersama dalam mendukung pengelolaan sampah di Kabupaten Grobogan. Selain pembersihan fisik, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pengurangan dan pemilahan sampah dari sumbernya.
Dengan capaian 1,5 ton sampah terangkut hanya dalam hitungan jam, kegiatan ini menunjukkan bahwa kolaborasi dan budaya gotong royong tetap menjadi kekuatan utama menjaga kebersihan desa lan kutho. Pemerintah berharap gerakan ini tidak berhenti pada momentum HPSN semata, tetapi terus tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari di tengah masyarakat.