Lari 1.200 Km Demi Sungai, Sungai Watch Singgah di Grobogan dan Bersihkan Sungai Jajar Lama
Grobogan – Kampanye lingkungan bertajuk Run for River yang diinisiasi oleh Sungai Watch singgah di Kabupaten Grobogan, Rabu (29/4/2026). Tiga pendirinya, Gary, Kelly, dan Sam Bencheghib, tengah menjalankan misi lari sejauh kurang lebih 1.200 kilometer dari Bali menuju Jakarta dalam waktu 57 hari. Perjalanan ini melintasi sekitar 30 kabupaten/kota di Indonesia, dengan Grobogan menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian kampanye tersebut.
Kampanye Run for River dirancang untuk meningkatkan kesadaran publik, baik di tingkat nasional maupun internasional, terhadap krisis sampah plastik di sungai. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan membangun kolaborasi nyata antara organisasi lingkungan, pemerintah daerah, serta komunitas lokal di sepanjang rute perjalanan. Melalui pendekatan langsung di lapangan, Sungai Watch berupaya menunjukkan bahwa penanganan sampah sungai memerlukan keterlibatan semua pihak secara berkelanjutan.
Sejak tiba di Grobogan pada 27 April 2026, berbagai kegiatan telah dilaksanakan. Di antaranya audiensi dengan Bupati Grobogan guna membahas tantangan dan solusi pengelolaan sampah sungai, aksi bersih sungai bersama komunitas, fun run yang melibatkan masyarakat, hingga kunjungan edukatif ke sekolah-sekolah. Selain itu, rombongan juga melakukan peninjauan ke fasilitas pengelolaan sampah seperti TPS3R sebagai bagian dari upaya memahami sistem pengelolaan sampah di daerah.
Puncak kegiatan berlangsung pada Rabu (29/4/2026) melalui aksi pembersihan di Sungai Jajar Lama, Desa Kramat, Kecamatan Purwodadi. Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI dan Polri yang mengerahkan dua pleton personel, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), hingga pelajar dan masyarakat sekitar. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan turut berperan aktif dengan menerjunkan 15 tenaga kebersihan dan satu unit armada truk pengangkut sampah. Dari kegiatan tersebut, berhasil dikumpulkan sampah sebanyak 707,5 kilogram dari aliran sungai. Melihat kondisi di lapangan, BPBD juga berencana menurunkan alat berat guna mendukung pembersihan lanjutan secara lebih optimal.
Selama kunjungannya, Bencheghib bersaudara menyampaikan bahwa kondisi sungai di Kabupaten Grobogan tergolong relatif bersih dibandingkan sejumlah daerah lain yang telah mereka lalui. Namun demikian, mereka tetap menyoroti praktik pembakaran sampah yang masih ditemukan di masyarakat. Mereka menegaskan bahwa setiap daerah yang dilalui dalam kampanye ini memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan kepada dunia bahwa Indonesia sedang bergerak melawan polusi sampah plastik. Pemerintah Kabupaten Grobogan pun menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pengelolaan sampah dan menjaga kualitas lingkungan, sebagai bagian dari kontribusi dalam gerakan global tersebut.