Resik-resik Desa Lan Kutha: Grobogan Bergerak Serentak Perangi Sampah Jelang HUT ke-300




Grobogan — Sampah masih menjadi persoalan serius yang dihadapi banyak daerah, termasuk Kabupaten Grobogan. Selain menimbulkan pencemaran lingkungan, sampah juga memicu bau tidak sedap, menyumbat saluran air, serta mengganggu kesehatan masyarakat. Jika tidak dikelola dengan baik, timbunan sampah dapat berkembang menjadi masalah lingkungan yang berkepanjangan. Sebaliknya, dengan pengelolaan yang tepat, sampah justru berpotensi memberikan manfaat ekonomi serta menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.

Berangkat dari kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Grobogan menggelar Gerakan Resik-resik Desa Lan Kutha sebagai bentuk kepedulian bersama dalam pengelolaan sampah. Kegiatan ini sekaligus merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Jawa Barat, serta menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan dan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2026.

Gerakan Resik-resik Desa Lan Kutha dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten Grobogan pada Jumat, 6 dan 13 Februari 2026, dengan waktu pelaksanaan pukul 06.30 hingga 08.30 WIB. Kegiatan dilakukan dalam bentuk kerja bakti, bersih lingkungan, pengambilan sampah, serta pemilahan sampah di lokasi masing-masing.
Pada Jumat, 6 Februari 2026, kegiatan difokuskan di sejumlah titik strategis dan rawan timbulan sampah, sebagaimana lokasi yang telah ditetapkan. Sementara pada Jumat, 13 Februari 2026, kegiatan dilaksanakan secara mandiri di lingkungan masing-masing desa, kelurahan, kantor, dan fasilitas umum.

Camat beserta kepala desa dan lurah di seluruh Kabupaten Grobogan melaksanakan kegiatan Resik-resik Desa Lan Kutha di wilayahnya masing-masing. Sementara itu, tim besar yang terdiri dari delapan tim gabungan lintas instansi, melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri, disebar di beberapa titik prioritas. Lokasi tersebut meliputi sekitar TPS3R Mekarsari Kelurahan Danyang, TPS3R Getas Pendowo dan Sungai Sadon Kelurahan Kuripan, sekitar Pasar Induk Purwodadi, Komplek Pasar Pagi, Pasar Glendoh, Pasar Agro, serta lokasi yang menjadi sorotan utama, yakni timbulan sampah liar di Dusun Karanganyar, Desa Godong, Kecamatan Godong.

Di wilayah Kelurahan Kuripan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan bersinergi bersama Kodim 0717 Grobogan, Polres Grobogan, serta lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan kegiatan pembersihan di sekitar Sungai Sadon dan TPS3R Getas Pendowo. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Rahmat Taufik, sebelum seluruh personel turun langsung membersihkan lingkungan sekitar.

Sementara itu, perhatian utama tertuju pada lokasi timbulan sampah liar di Dusun Karanganyar, Desa Godong. Di lokasi ini, Bupati Grobogan, Setyo Hadi, turun langsung memimpin aksi bersih-bersih, didampingi Sekretaris Daerah Anang Armunanto serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Heru Dwi Cahyono. Bersama anggota TNI, Polri, dan lintas instansi, Bupati bahu membahu menyingkirkan tumpukan sampah yang selama ini dikeluhkan warga karena mengganggu kenyamanan dan merusak lingkungan sekitar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Grobogan, Heru Dwi Cahyono, menegaskan bahwa keberadaan sampah liar di bahu jalan sangat merugikan. Selain merusak pemandangan, sampah tersebut berpotensi mencemari lingkungan, menyumbat saluran air, serta menjadi sumber penyakit bagi masyarakat.

“Pengelolaan sampah membutuhkan kepedulian dari semua pihak. Jika dikelola dengan benar, sampah bahkan bisa memberikan manfaat ekonomi. Sebaliknya, jika dibiarkan liar seperti ini, dampaknya sangat buruk bagi kesehatan dan lingkungan kita,” tegas Heru.

Usai membersihkan lokasi timbulan sampah liar, Bupati Grobogan juga menyempatkan diri melakukan pengecekan langsung ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) yang berada tidak jauh dari titik pembuangan liar tersebut. Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan sarana dan prasarana pengelolaan sampah dapat berfungsi secara optimal, sehingga ke depan masyarakat tidak lagi membuang sampah di pinggir jalan.

Melalui momentum Gerakan Resik-resik Desa Lan Kutha ini, Pemerintah Kabupaten Grobogan mengajak seluruh masyarakat untuk semakin disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sejak dari sumber, serta berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Dengan kepedulian bersama, diharapkan Grobogan dapat menjadi daerah yang bersih, sehat, dan nyaman, sejalan dengan semangat Hari Jadi ke-300 Kabupaten Grobogan dan peringatan Hari Peduli Sampah Nasional Tahun 2026.


Dapatkan Data yang Anda Cari